Minang Kabau culture
Jumat, 20 Februari 2015
Pengertian, Tujuan, Arah Pelayanan Bimbingan dan konseling
BIMBINGAN
DAN KONSELING
Pengertian,
Tujuan, Arah Pelayanan
Bimbingan
dan Konseling

Oleh:
Kelompok 1
Andi
Andri Agassi (1305417)
Sukma
Annisa (1301293)
Muhammad
Ikhsan Mardian (1305471)
Sylvia
Oktari (1301147)
Riri
Agustin (1305519)
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2015
KATA
PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan
atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayahnya kami
dapat menyusun sebuah makalah yang membahas tentang “Pengertian, Tujuan, dan
Arah Pelayanan Bimbingan dan Konseling” meskipun bentuknya sangat jauh dari kesempurnaan,
selanjutnya salawat dan salam kami kirimkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW
sebagaimana beliau telah mengangkat derajat manusia dari alam kegelapan menuju
alam yang terang benderang.
Dalam penulisan makalah, kami
memberikan sejumlah materi yang terkait dengan materi yang disusun secara
langkah demi langkah, agar mudah dan cepat dipahami oleh pembaca.
Dan kami juga ingin mengucapkan
banyak terima kasih kepada dosen yang membimbing mata kuliah Bimbingan dan
Konseling atas bimbingannya pada semester ini meskipun baru memasuki awal
perkuliahan. Kami juga mengharapkan agar makalah ini dapat dijadikan pedoman
apabila, pembaca melakukan hal yang berkaitan dengan makalah ini, karena apalah
gunanya kami membuat makalah ini apabila tidak dimanfaatkan dengan baik.
Sebagai manusia biasa tentu kami
tidak dapat langsung menyempurnakan makalah ini dengan baik, oleh karena itu kami
sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari dosen
pembimbing mau pun pembaca.
Padang,
Februari 2015
Kelompok 1
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sangat
banyak masalah – masalah di sekolah terutama pada siswa itu sendiri yang tidak
dapat diselesaikan dengan pengajaran oleh guru biasa di sekolah, untuk
menyelesaikan masalah pada setiap siswa di sekolah sangat di perlukan Bimbingan
dan Konseling, tapi sebelum itu agas
Bimbingan dan Konseling dapat terlaksana dengan baik, salah satu syarat yang
perlu dan mutlak adalah di kuasainya pengertian yang tepat mengenai Bimbingan
dan Konseling itu oleh semua personil sekolah yang terlibat dalam kegiatan
pelayanan Bimbingan dan Konseling.
Bimbingan
dan Konseling merupakan dua kata yang seolah – olah selalu di pakai dalam saat
yang bersamaan, sehingga sepintas lalu orang banyak menganggap keduanya
memiliki arti yang sama. Dalam hal tertentu istilah Bimbingan dan Konseling itu
dapat berarti sama, namun dalam hal tertentu pula istilah tersebut akan
mempunyai arti yang berbeda.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian
Bimbingan dan Konseling?
2. Bagaimana hubungan
Bimbingan dan Konseling?
3. Apa saja tujuan
Bimbingan dan Konseling di Sekolah?
4. Pelayanan apa saja
yang ada dalam Bimbingan dan Konseling di sekolah?
C.
Tujuan
Menjelaskan
arti, keterkaitan, tujuan bimbingan dan konseling di sekolah, serta pelayanan
yang ada pada Bimbingan dan konseling kepada calon tenaga pendidik agar tidak
terjadi kesalah pahaman mengenai identifikasi Bimbingan dan konseling yang
sebenarnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Bimbingan dan Konseling
1. Bimbingan
Banyak
para ahli mengemukakan pengetian bimbingan menurut pendapatnya masing masing
seperti Stoops, Miller, Djumhur dan M. Surya dan Prayitno.
Menurut
Stoops mengemukakan bimbingan adalah suatu proses terus – menerus dalam hal
membantu individu dalam perkembangannya untuk mencapai kemampuansecara maksimal
dalam mengarahkan manfaat yang sebesar – besarnya bagi dirinya maupun
masyarakatnya. (kutipan Djumhur dan M. Surya 1975)
Menurut
Miller mengemukakan bimbingan adalah bantuan terhadap individu untuk mencapai
pemahaman dan pengarahan dari yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri
secara maksimal kepada sekolah, keluaga serta masyarakat. (kutipan Djumhur dan
M. Surya 1975)
Djumhur
dan M. Surya memberikan batasan tentang
bimbingan, yaitu suatu proses pemberian bantuan terus menerus dan sistematis
kepada individu dalam memecahkan masalah yang di hadapinya, agar tercapai
kemampuan untuk memahami dirinya sendiri (self understanding), kemampuan untuk
menerima dirinya sendiri (self accaptance), kemampuan untuk mengarahkan diri
sendiri (self direction) dan kemampuan untuk merealisir diri sendiri
(realization), sesuai dengan potensi dan kemampuan dalam mencapai penyesuaian
diri dengan lingkungan.
Prayitno
menyimpulkan dengan mengemukakan bahwa bimbingan adalah bantuan yang di berikan
kepada siswa – siswa baik secara perorangan (individu) maupun kelompok agar
mereka dapat berkembang menjadi pribadi – pribadi yang mandiri.
Ada
5 fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi yang mandiri, yaitu :
·
Mengenalkan diri sendiri dan
lingkungannya
·
Menerima diri sendiri dan lingkungannya
secara positif dan dinamis
·
Mengambil keputusan sendiri
·
Mengarahkan diri
·
Mewujudkan diri
Pemberian
bantuan di atas dapat dilakukan dengan cara memberikan saluran dan bahan
sebagai alat pembimbing, membantu siswa untuk membiasakan berinteraksi,
memberikan nasehat di setiap pemecahan masalah, mengemukakan gagasan dan
pengembangan suasana asuh serta tidak lupa di dasarkan pada norma – norma yang
berlaku dalam suasana bimbingan.
2. Konseling
(Penyuluhan)
Sama
dengan halnya pengertian bimbingan, pengertian konseling juga telah banyak
dikemukakan oleh para ahli.
James
Adam mengemukakan bahwa konseling adalah suatu pertalian timbal balik antara
dua orang individu di mana seorang Counselor membantu Counsele supaya ia lebih
baik memahami dirinya dalam hubungan dengan masalah hidup yang dihadapinya pada
waktu itu dan waktu yang akan datang. (kutipan Djumhur dan M. Surya (1975)
Rogers
(1982) mengemukakan bahwa konseling adalah serangkaian kegiatan hubungan
langsung antar individu, dengan tujuan memberika bantuan kepadanya dalam
merubah sikap dan tingkah lakunya.
Mortensen
dan Schmuller dalam bukunya berjudul Guidance
in today’s school (1964) mengemukakan konseling adalah suatu proses
hubungan seseorang dengan seseorang di mana yang seseorang di bantu oleh yang
lainnya untuk meningkatan pengertian dan kemampuan dalam menghadapi masalahnya.
Wren
dalam bukunya yang berjudul student
person al work in college, berpendapat bahwa konseling adalah pertalian
pribadi yang dinamis antara dua orang yang berusaha memecahkan masalah dengan
mempertimbangkan bersama sama, sehingga akhirnya orang yang lebih muda atau
orang yang mempunyai kesulitan yang lebih banyak di antara keduanya di bantu
oleh orang lain untuk memecahkan masalahnya berdasarkan penentuan diri sendiri.
Williamson
dan Foley dalam bukunya Counseling and
Dicipline mengemukakan bahwa konseling adalah suatu situasi pertemuan
langsung di mana yang seorang terlibat dalam situasi itu karena latihan dan
keterampilan yang dimilikinya atau karena mendapat kepercayaan dari yang lain,
berusaha menolong yang kedua dalam menghadapi, menjelaskan, memecahkan, dan
menanggulangi masalah penyesuaian diri.
Pepinsky
dalam bukunya counseling, thoory and practise,
mengemukakan bahwa istilah pertalian konseling menunjuk kepada interaksi yang
(a) terjadi di antara dua orang individu yang di sebut penyuluh (konselor) dan
klien, yang (b) terjadi dalam situasi profesional, yang (c) di ciptakan dan di
bina sebagai suatu cara untuk memudahkan terjadinya perubahan-perubahan tingkah
laku klien.
A.E.Ivey
mengemukakan perbedaan konseling dan psikoterapi sebagai berikut konseling
adalah suatu proses yang lebih intensif yang berkenaan dengan bantuan yang
diberikan dengan manusia normal untuk mencapai tujuannya dan untuk
mengembangkan fungsinya supaya lebih efektif, sedangkan psikoterapi adalah
suatu proses jangka panjang yang berkenaan dengan upaya rekontruksi pada diri
manusia dan untuk membantu mengubah struktur kepribadiannya ke arah yang lebih
positif.
Prayitno
(1982) mengemukakan bahwa konseling atau penyuluhan mempunyai pengertian yaitu
pertemuan empat mata antar klien dan penyuluh (kenselor) yang berisi usaha
laras unik dan hubungan yang di lakukan dalam suasana keahlian dan di dasarkan
norma-norma yang berlaku.
Dari
sekian banyak pengertian yang telah di kemukakan di atas di peroleh gambaran
bahwa agar konseling dapat berjalan dengan baik dan mencapai sasaran yang di
inginkan, diperlukan keahlian tertentu. Ahli dalam memahami individu – individu
yang sedang di hadapi, ahli dalam menemukan dan mencari kemungkinan yang
tersedia bagi klien, dan sebagainya tanpa melupakan bahwa klien hidup dalam
masyarakat yang mempunyai norma – norma tertentu.
B. Hubungan Bimbingan dan Konseling
Dari satu segi dapat kita lihat bahwa keduanya
memiliki arti yang sama yaitu proses pemberian bantuan terhadap seseorang, atau
sekelompok orang. Dari segi lain konseling merupakan alat dalam pemberian
bimbingan, konseling juga merupakan alat yang paling ampuh dalam keseluruhan
program bimbingan atau dengan kata lain konseling merupakan titik sentral dari
keseluruhan kegiatan bimbingan.
Bagaimana
hubungan bimbingan dan konseling dengan pendidikan? Berikut merupakan hubungan
bimbingan dan konseling dengan pendidikan yang di amati melalui gambar
Tujuan
pendidikan yaitu perkembangan yang optimal dari setiap individu sesuai dengan
kemampuan, minat, bakat, dan nilai yang di anutnya masing – masing.
Berdasarkan
gambar di atas dapat kita perhatikan bahwa tiga komponen itu bekerja sebagai
suatu sistem dalam proses pendidikan, dimana kalau salah satu tidak bekerja
atau tidak berfungsi maka tujuan yang di harapkan tidak akan tercapai dengan
baik dan banyak di temukan siswa yang bermasalah seperti penyesuaian sosial,
emosional, pemilihan jurusan, pemilihan lapangan kerja, dan lain sebagainya.
Masalah ini tidak akan dapat di tanggulangi dengan hanya melakukan dua bidang
saja seperti Administrasi/Supervisi dan pelaksanaan pengajaran kurikuler. Hal
ini dapat diselesaikan jika di sekolah itu dilaksanakan bidang kegiatan yang
ketiga yaitu pembinaan siswa dalam arti usaha pelayanan bimbingan. Bidang
pembinaan siswa juga termasuk usaha untuk:
- · Mempertinggi mutu kerja guru dalam tugasnya sebagai pendidik dan pengajar.
- · Mempertinggi mutu petugas administrasi.
- · Mengintensifkan tugas penerangan dan orientasi jabatan.
- · Mempertinggi mutu kerja sama petugas – petugas sekolah dalam hubungannya dengan pelayanan bimbingan di sekolah.
Selanjutnya
dari kenyataan yang ditemui di sekolah – sekolah terdapat beberapa alasan
sehingga bimbingan dan konseling perlu di laksanakan, diantaranya adalah
sebagai berikut :
- · Ada beberapa masalah pendidikan dan pengajaran di sekolah tidak mungkin dapat di selesaikan oleh guru sebagai pengajar saja.
- · Guru sebagai pengajar, kadang – kadang terikat pada tugas yang harus diselesaikannya dimana tugas itu bertentangan dengan kehendak siswa.
- · Ada beberapa kegiatan dalam rangka mendidik siswa yang harus dilakukan petugas sekolah lain yang bukan guru.
- · Kadang – kadang terjadi konflik antar siswa dan guru yang pemecahannya memerlukan bantuan pihak ketiga.
Dari
keterangan di atas sangat jelas bahwa hubungan antara kegiatan bimbingan dan
konseling dengan pendidikan pada umumnya sangat erat.
C. Tujuan Bimbingan dan Konseling
Ada
5 tujuan yang akan di capai dengan usaha bimbingan dan konseling di sekolah:
·
Untuk
mengenal diri sendiri dan lingkungannya.
Dengan mengenal diri
sendiri dan lingkungannya, diharapkan siswa dapat melihat hubungan dan
kemungkinan yang tersedia serta memperkirakan apa yang dapat mereka capai
sesuai dengan diri mereka sendiri. Dengan kata lain mereka mampu untuk mengenal
kelebihan dan kekurangan mereka.
·
Untuk
dapat menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis.
Maksudnya mereka dapat
menerima keterbatasan yang mereka miliki, dengan mengenal keterbatasan
diharapkan mereka mampu menerima apa yang
ada atau apa adanya yang terdapat
pada diri mereka secara positif dan dinamis.
·
Untuk
dapat mengambil keputusan sendiri tentang berbagai hal.
Kenyataan menunjukan
bahwa seseorang yang dapat menentukan sendiri dari suatu hal tanpa dipaksa oleh
pihak lain, akan memberikan kepuasan tersendirimbagi dirinya sendiri.
·
Untuk
dapat mengarahkan diri sendiri.
Sejalan dengan tujuan sebelumnya,
bimbingan dan konseling menginginkan agar pada akhirnya siswa mampu mengarahkan
diri mereka sendiri yang di dasarkan pada keputusan yang mereka ambil sesuai
dengan apa yang ada pada diri mereka.
·
Untuk
dapat mewujudkan diri sendiri.
Dengan pengenalan diri
dan lingkungan, mengambil keputusan sendiri, dan dengan mengarahkan diri
sendiri, akirnya di harapkan siswa dapat mewujudkan dirinya sendiri.
D. Ruang
Lingkup dan Bidang Pelayanan BK.
1.
Ruang lingkup BK
Ruang lingkup pelayanan BK meliputi hal-hal sebagai
berikut :
a. Pelayanan BK dilaksanakan untuk mengem-bangkan dan
memenuhi kebutuhan serta kondisi pribadi peserta didik, dengan arah:
- · Pengembangan/pembinaan kemampuan pribadi, sosial, belajar, dan perencanaan karir.
- · Pengembangan arah peminatan studi.
- · Pengentasan permasalahan sasaran layanan.
b. Pelayanan BK sebagai upaya pendidikan, memuat
materi pendidikan karakter yang diintegrasikan ke dalam kegiatan
pelayanan, yaitu berbagai aspek atau materi karakter-cerdas berkenaan dengan :
- · Ketakwaan dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa
- · Kejujuran
- · Kecerdasan
- · Ketangguhan
- · Kepedulian
c. Pelayanan BK secara khusus membantu pengembangan
arah peminatan peserta didik, yang meliputi :
- · Peminatan akademik
- · Peminatan vokasional
- · Peminatan lintas mata pelajaran
- · Peminatan studi lanjutan
- · Peminatan ekstra kurikuler
d. Pelayanan BK bekerjasama dengan berbagai komponen
yang terkait, baik di dalam maupun di luar satuan pendidikan dalam rangka
menunjang kesuksesan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan diri dan mencapai
tujuan pendidikan secara optimal.
2. Arah dan Bidang Pelayanan BK
a. Arah Pelayanan BK
·
Pelayanan
Dasar,
Pelayanan
mengarah kepada terpenuhinya kebutuhan siswa yang paling elementer, yaitu
kebutuhan makan dan minum, udara segar, dan kesehatan, serta kebutuhan hubungan
sosio-emosional. Orang tua, guru dan orang-orang yang dekat (significant
persons) memiliki peranan paling dominan dalam pemenuhan kebutuhan dasar
siswa. Dalam hal ini, Guru BK atau Konselor pada umumnya berperan secara tidak langsung
dan mendorong para significant persons berperan optimal dalam memenuhi
kebutuhan paling elementer siswa.
·
Pelayanan
Pengembangan,
Pelayanan untuk mengembangkan potensi peserta didik
sesuai dengan tahap-tahap dan tugas-tugas perkembangannya. Dengan pelayanan
pengembangan yang cukup baik siswa akan dapat menjalani kehidupan dan
perkembangan dirinya dengan wajar, tanpa beban yang memberatkan, memperoleh
penyaluran bagi pengembangan potensi yang dimiliki secara optimal, serta
menatap masa depan dengan cerah. Upaya pendidikan pada umumnya merupakan
pelaksanaan pelayanan pengem-bangan bagi peserta didik. Pada satuan-satuan
pendidikan, para pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran dominan dalam
penyelenggaraan pengembangan terhadap siswa. Dalam hal ini, pelayanan BK yang
dilaksanakan oleh Guru BK atau Konselor selalu diarahkan dan mengacu kepada
tahap dan tugas perkembangan siswa.
·
Pelayanan Arah Peminatan/Lintas Minat/ Pendalaman
Minat Studi Siswa,
Pelayanan yang secara khusus tertuju kepada peminatan/
lintas minat/pendalaman minat peserta didik sesuai dengan konstruk dan isi
kurikulum yang ada. Arah peminatan/lintas minat/pendalaman minat ini terkait
dengan bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karir dengan menggunakan
segenap perangkat (jenis layanan dan kegiatan pendukung) yang ada dalam
pelayanan BK. Pelayanan peminatan/lintas minat/pendalaman minat peserta didik
ini terkait pula dengan aspek-aspek pelayanan pengembangan tersebut di atas.
·
Pelayanan
Teraputik,
Pelayanan untuk menangani pemasalahan yang diakibatkan
oleh gangguan terhadap pelayanan dasar dan pelayanan pengembangan, serta
pelayanan pemi natan. Permasalahan tersebut dapat terkait dengan kehidupan
pribadi, kehidupan sosial, kehidupan keluarga, kegiatan belajar, karir. Dalam
upaya menangani permasalahan peserta didik, Guru BK atau Konselor memiliki
peran dominan. Peran pelayanan teraputik oleh Guru BK atau Konselor dapat
menjangkau aspek-aspek pelayanan dasar, pelayanan pengem-bangan, dan pelayanan
peminatan.
·
Pelayanan
Diperluas,
Pelayanan
dengan sasaran di luar diri siswa pada satuan pendidikan, seperti personil
satuan pendidikan, orang tua, dan warga masyarakat lainnya yang semuanya itu
terkait dengan kehidupan satuan pendidikan dengan arah pokok terselenggaranya
dan suskesnya tugas utama satuan pendidikan, proses pembelajaran, optimalisasi
pengem-bangan potensi peserta didik. Pelayanan diperluas ini dapat terkait
secara langsung ataupun tidak langsung dengan kegiatan pelayanan dasar,
pengembangan peminatan, dan pelayanan teraputik tersebut di atas.
b. Bidang Pelayanan BK
Pelayanan BK, khususnya pada satuan - satuan pendidikan
dasar dan menengah melaksanakan pengembangan/pembinaan dalam bidang-bidang
sebagai berikut :
·
Pengembangan
kehidupan pribadi,
Bidang
pelayanan BK yang membantu peserta didik/ sasaran layanan dalam memahami,
menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat,
serta kondisi kehidupan yang berkarakter-cerdas dan beragama
sesuai dengan karakteristik pribadi dan kebutuhan
dirinya secara realistik.
·
Pengembangan
kehidupan sosial,
Bidang
pelayanan BK yang membantu peserta didik /sasaran layanan dalam memahami dan
menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat, efektif dan
berkarakter-cerdas dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan
sosial yang lebih luas.
·
Pengembangan kemampuan belajar,
Bidang pelayanan BK yang membantu
peserta didik mengembangkan kemampuan belajar sesuai psogram studi dan
arah peminatannya, berdisiplin, ulet dan optimal dalam rangka mengikuti
pendidikan pada jenjang/jenis satuan pendidikannya, serta belajar secara
mandiri.
·
Pengembangan
karir,
Bidang pelayanan BK yang membantu siswa dalam
menerima, memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil
keputusan arah karir secara jelas, objektif dan bijak.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
satu segi dapat kita lihat bahwa Bimbingan dan Konseling memiliki arti yang
sama yaitu proses pemberian bantuan terhadap seseorang, atau sekelompok orang.
Dari segi lain konseling merupakan alat dalam pemberian bimbingan, konseling
juga merupakan alat yang paling ampuh dalam keseluruhan program bimbingan atau
dengan kata lain konseling merupakan titik sentral dari keseluruhan kegiatan
bimbingan. Tujuan dari Bimbingan dan Konseling yaitu (a) Untuk dapat mewujudkan
diri sendiri. (b) Untuk dapat mengarahkan diri sendiri. (c) Untuk dapat
mengambil keputusan sendiri tentang berbagai hal. (d) Untuk dapat menerima diri
sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis. (e) Untuk mengenal diri
sendiri dan lingkungannya. Bimbingan dan Konseling memiliki arah pelayanan
seperti pelayanan dasar, pelayanan pengembangan, terapeutik, dan peminatan.
B. Saran
Seorang
guru bisa dinilai memiliki mutu kerja yang berkualitas jika bisa membimbing
siswa dengan baik, jadi hendaknya mendalami dan menguasai bidang Bimbingan dan
Konseling agar jika terjadi masalah yang di hadapi peserta didik hendaknya
membimbing mereka agar menjadi pribadi yang berkualitas pula.
DAFTAR
PUSTAKA
Syahril, Riska Ahmad.
1987. Pengantar Bimbingan dan Konseling.
Padang: Angkasa Raya.
Syamsu Yusuf, Ahmad
Juntika. 2005. Landasan Bimbingan dan
Konseling. Bandung: Rosdakarya.
https://nellysside.wordpress.com/2013/09/25/pelayanan-bimbingan-dan-konseling-pada-satuan-pendidikan-dasar-dan-menengah-kurikulum-2013-2/
Peraturan Permendikbud No. 81.A Tahun 2013 tentang Implementasi
Kurikulum Lampiran IV Bagian VIII.
Langganan:
Postingan (Atom)
